imoetzmania

Juni 14, 2007

SOAL SISTEM TERSEBAR!!!

Filed under: Tak terkategori — imoetz @ 6:25 am

Carilah contoh dari arsitektur software SOA (Service Oriented Architecture). Gambarkan dalam suatu diagram. Dari contoh arsitektur software tersebut:

1. Jelaskan bagaimana SOA bisa berperan dalam hal membangun software sistem yang bersifat loose-coupling!
2. Jelaskan keterkaitan antara SOA dengan Web 2.0 dan jelaskan juga keterkaitan itu di dalam diagram yang anda gambarkan

INI SOALNYA!!!! DAFTARKAN NAMA&NIM KALIAN!!! JAWABANNYA TAK TUNGGU!!! YANG GAK SETOR JAWABAN MAMPUS KALIAN!!! AWAS!!!

Mei 17, 2007

Syukur Nikmat Kupanjatkan

Filed under: Tak terkategori — imoetz @ 3:38 am

Alhamdulillah…dengan segenap kesungguhan dan ketulusan kedua orang tuaku, akhirnya bulan ini dibelikan laptop juga. Benq t31 “slackminix”. Pengennya buat support ngerjain PSPL gitooh…eh…Tetep aja gak ngerjain-ngerjain. Dasar pemalas…Thx bgt AbiUmi?! Do you now when I love you?! Btw sampai detik ini masih ngoprek Sistem Operasinya terus…maklum harus adaptasi dari dunia SLACKtarian merambah SUStarian…weleh…Pokoke keep konsisten menjadi linuxer. Menjadi sesuatu yang terasing, legal, halal, dan…berkembang…

April 27, 2007

Pengkondisian Dengan if (intuisi memaknai hati dengan script program)

Filed under: soulware — imoetz @ 3:20 am

If you love some body, let them go

If they return, they were always yours

If they don’t , they never were…

April 24, 2007

Pertemuan dan Perpisahan

Filed under: soulware — imoetz @ 4:33 am

“Ada pertemuan ada pula perpisahan”, Kalimat pendek ini enteng sekali jika diungkapkan. Tidak ada bedanya dengan ungkapan-ungkapan yang lain, seperti “ada siang ada malam”, “ada gelap ada pula cahaya”, dan sebagainya. Tetapi, tidak demikian bagi para pencinta sejati. Kalimat “ada pertemuan ada pula perpisahan” bukanlah ungkapan sembarangan. Ibarat jamu, ungkapan ini mengandung kekuatan yang menggetarkan. Jangankan sudah diungkapkan, disembunyikan dengan rapi saja, kalimat ini bisa mengaduk-aduk beragam rasa di seruang dada.

ya, pertemuan bagi para pencinta sejati adalah bertemunya getar-getar kerinduan yang tidak main-main. Bukan persoalan waktu. Sebab semalam saja memendam kerinduan, ibarat merajam keperihan jiwa dalam kubang pesona. Pertemuan adalah saat-saat yang tidak selalu (atau malah tidak akan pernah) sepenuhnya mampu diguratkan dalam keterbatasan kata. Maka, wajar jika tidak jarang tokoh-tokoh pencinta dalam kisah-kisah dunia, memendam rindu, melapar-derakan kerinduannya, demi mendapatkan sebuah pertemuan yang luar biasa.

Apalagi perpisahan. Jangan pernah bertanya kepada para pencinta sejati soal perpisahan. Barangkali, bayangannya saja tidak akan pernah diketemukan dalam kamus cintanya. Perpisahan tak lebih dan tak bukan, adalah belati tajam yang terhunus dengan kilat kekejaman di ujung napas kehidupan. Artinya, bagi para pencinta sejati, hanya mautlah yang boleh menyelimutinya dengan jubah yang bernama perpisahan. Eit, tunggu dulu, bagi para pencinta yang lebih sejati, bahkan maut pun tak akan membuat sosok mengerikan yang bernama perpisahan itu boleh menghampirinya.

Demikianlah, boleh dibilang tidak ada orang yang sungguh-sungguh mencintai, namun ia juga sungguh-sungguh siap dengan sebuah perpisahan. Siapakah yang mau dipertemukan dalam sebuah cinta, namun pada saat yang sama, ia sangat sadar bahwa sebentar lagi perpisahan akan merenggutnya. Maka, pertemuan bagi orang-orang yang sedang dilanda cinta adalah mimpi sangat indah yang benar-benar menjadi kenyataan. Dan perpisahan, adalah mimpi buruk yang membuat seseorang benar-benar merasa bahwa tidurnya adalah kutukan. Ohoi, bukan hanya tidurnya, ternyata hidupnya juga tak lebih hanyalah balutan luka yang tak kunjung tersembuhkan.

Tetapi apakah memang perpisahan merupakan momok yag sama sekali tidak boleh terjadi? Dalam kenyataan hidup sehari-hari, siapakah yang dapat mengelak dari perpisahan? Sudah barang tentu tidak ada. Dan tidak ada yang salah dengan kalimat “ada pertemuan ada pula perpisahan”. Sungguh, ungkapan ini adalah benar adanya. Perpisahan akan selalu bisa terjadi, baik oleh jarak dan waktu, oleh prinsip dan kepentingan yang berbeda. Perpisahan bisa saja menimpa siapa saja dan kapan saja.

Persoalnnya sekarang adalah bagaimana seseorang menyikapi perpisahan itu dengan baik. Sehingga bukan berkepanjangan terpuruk dalam kubangan luka. Namun segera bangkit untuk membangun pertemuan-pertemuan berikutnya dalam kehidupan yang lebih baik. Bukan mengutuk-ngutuk dan terus mencari kesalahan terhadap perpisahan berikut segala sebab yang mengiringinya. Namun segera instropeksi diri dan menerima perpisahan sebagai pengalaman hidup yang paling berharga, yang tidak semua orang bisa mengalami, yang mesti juga disyukuri.

Ah, bagaimanapun juga, perpisahan itu memang betapa nyata adanya. Selanjutnya tinggal bagaimanakah seseorang mesti bersikap. Mau terpuruk selamanya dalam kepedihan yang menyakitkan, atau segera bangkit dan membalut segala luka dengan harapan-harapan baru. Inilah yang paling penting. Inilah hal utama yang ingin ditawarkan yang sengaja diangkat dari catatan-catatan atas sayatan sembilu yang bernama perpisahan itu. Dan selanjutnya, tinggal mengatakan “Selamat datang hari baru yang lebih baik” Meski sesungguhnya tidak mudah mengucapkan kalimat kebangkitan ini. Seusai perasaan yang sedang berbunga terkoyak oleh sebuah perpisahan.

April 23, 2007

Kau Memang Bukan Burung Pipitku

Filed under: soulware — imoetz @ 4:12 am

Imoetz, sejak kuyakini bahwa aku bukanlah siapa-siapamu. Sejak itu pula aku mulai kehilangan kata yang dulu kubangga-banggakan bila aku jauh darimu. Bahkan, bilapun kutemukan, kubuang kembali kata itu jauh-jauh. Ya, sejak kuyakini bahwa kau memang bukan burung pipitku, aku mulai menjaga jarak dengan kata itu. Tahukah apa kata itu? Kangen.

Oktober 23, 2006

Pertemuan Adalah Awal Dari Perpisahan

Filed under: soulware — imoetz @ 3:09 pm

jujur aja!!! gw khawatir ama masalah yang satu ini…slalu aja tiap hari panik dan gelisah mikirin suatu hal yang bakalan terjadi entah…yang jelas sakit!!! mestinya tidak begitu, tapi harus begitu…dan karena entah yang menentukan segalanya…dan entah yang akan mengakhiri rasa cemas ini…

Oktober 4, 2006

Beban Hati

Filed under: soulware — imoetz @ 3:32 am

Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu. Sebab, jika hati terus dipaksakan dengan memikul beban-beban yang berat, ia akan menjadi buta.

Theme: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.